
1. Kecepatan Inspeksi: Mesin harus mampu memeriksa dengan kecepatan tinggi untuk memastikan produksi yang efisien. Kecepatan harus disesuaikan untuk mengakomodasi berbagai ukuran produk.
2. Akurasi Inspeksi: Mesin harus dapat mendeteksi bahkan cacat terkecil pada produk berlabel dalam bentuk. Keakuratannya harus tinggi untuk memastikan bahwa hanya produk berkualitas tinggi yang dirilis ke pasar.
3. Kemampuan Inspeksi: Mesin harus dapat memeriksa berbagai jenis produk berlabel dalam bentuk, termasuk wadah, tutup, dan cangkir.
4. Metode Inspeksi: Mesin harus menggunakan metode inspeksi canggih seperti inspeksi penglihatan, inspeksi laser, dan inspeksi ultrasonik untuk memastikan hasil yang akurat dan andal.
5. Antarmuka Pengguna: Mesin harus memiliki antarmuka yang ramah pengguna yang memungkinkan operator untuk dengan mudah mengatur, mengoperasikan, dan memantau proses inspeksi.
6. Penyimpanan dan Analisis Data: Mesin harus dapat menyimpan dan menganalisis data inspeksi untuk membantu operator mengidentifikasi area perbaikan dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk proses produksi.
7. Fitur Keselamatan: Mesin harus memiliki fitur keselamatan seperti tombol berhenti darurat dan penjaga keselamatan untuk melindungi operator dari kecelakaan.
8. Persyaratan Pemeliharaan: Mesin harus memiliki persyaratan perawatan yang rendah untuk meminimalkan downtime dan memastikan produksi yang efisien. Pemeliharaan rutin harus mudah dilakukan dan membutuhkan waktu henti minimal.
